Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Sifreni Mira Yusiana – Disiplin, Kunci Sukses Belajar

Kedisiplinan siswa telah lama diakui sebagai faktor penting yang berpengaruh terhadap hasil belajar mereka di sekolah. Kedisiplinan memainkan peran penting dalam mengendalikan hawa nafsu dan dorongan negatif. Mengendalikan emosi, keinginan berlebihan, dan perilaku yang merugikan adalah bagian dari akhlak yang baik. Kedisiplinan membantu seseorang menghindari dosa-dosa dan menjaga integritas moral. Dalam era pendidikan modern, di mana tantangan dan distraksi semakin meningkat, kedisiplinan memainkan peran sentral dalam membantu siswa meraih kesuksesan akademik. Artikel ini akan membahas bagaimana kedisiplinan siswa berdampak pada hasil belajar mereka, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta beberapa strategi yang dapat diadopsi oleh sekolah dan orang tua untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.

Kedisiplinan dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengendalikan diri, mengikuti aturan, dan berkomitmen untuk mencapai tujuan. Dalam konteks pendidikan, kedisiplinan berhubungan erat dengan kemampuan siswa untuk mengelola waktu, fokus pada tugas, menghadiri kelas secara teratur, menjaga sikap positif terhadap pembelajaran, dan taat aturan sekolah. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa siswa yang disiplin cenderung memiliki hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang kurang disiplin. Menurut Smith, J. A., & Johnson, L. B. dalam jurnalnya yang berjudul “The Impact of Student Discipline on Academic Achievement: A Longitudinal Study” bahwa ada hubungan positif antara tingkat kedisiplinan siswa dan hasil akademik mereka. Siswa yang mempertahankan tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi cenderung memiliki nilai yang lebih baik dan tingkat kelulusan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang kurang disiplin. Garcia, R. M., & Lee, S. K. dalam penelitiannya yang berjudul “Examining the Relationship Between Student Discipline and Classroom Engagement” menemukan bahwa siswa yang memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi cenderung lebih terlibat dalam pembelajaran di kelas. Mereka memiliki tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dalam diskusi, partisipasi aktif, dan kerja kelompok, yang pada gilirannya berdampak pada peningkatan hasil belajar.

Beberapa faktor dapat memengaruhi tingkat kedisiplinan siswa. Lingkungan di rumah, pola asuh, dan nilai-nilai yang diterapkan oleh orang tua memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kedisiplinan. Selain itu, suasana di sekolah, gaya pengajaran guru, dan dukungan sosial juga dapat berkontribusi pada pembentukan kedisiplinan siswa. Faktor-faktor lain seperti tekanan teman sebaya, penggunaan teknologi, dan aktivitas ekstrakurikuler juga dapat memengaruhi tingkat kedisiplinan siswa.

Meskipun begitu masih ada yang kesulitan bagaimana mendisiplinkan siswa. Berikut adalah beberapa strategi untuk meningkatkan kedisiplinan siswa:

  1. Pembinaan Nilai dan Etika: Sekolah, masyarakat, dan orang tua sebagai tri sentra pendidikan dapat bekerja sama dalam membangun landasan moral yang kuat bagi siswa. Menanamkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, integritas, dan ketekunan akan membantu siswa mengenali pentingnya kedisiplinan dalam mencapai tujuan mereka.
  2. Penyusunan Jadwal Sehari-hari: Mengajarkan siswa untuk merencanakan jadwal mereka dengan bijak membantu mereka mengalokasikan waktu untuk belajar, beristirahat, dan aktivitas lainnya. Ini menghindarkan mereka dari penundaan dan ketidakpastian.
  3. Penggunaan Teknologi yang Bijak: Siswa perlu diberikan pemahaman tentang bagaimana menggunakan teknologi secara produktif dan seimbang. Terlalu banyak paparan terhadap gawai dapat mengganggu konsentrasi dan mengurangi kedisiplinan.
  4. Keterlibatan Orang Tua dan Guru: Komunikasi yang baik antara orang tua dan guru penting untuk memonitor kedisiplinan siswa. Diskusi terbuka tentang kemajuan akademik dan kedisiplinan siswa dapat membantu dalam mengatasi hambatan yang mungkin muncul.
  5. Kesepakatan/keyakinan Kelas dan Sekolah: Siswa diajak ikut serta berpartisipasi membuat kesepakatan kelas dan sekolah dan bersama-sama memahami nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati secara tersirat dan tersurat, lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa maupun agama. Nilai-nilai Kebajikan yang menekankan pada keyakinan seseorang akan lebih memotivasi seseorang dari dalam. Seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan tertulis tanpa makna. Siswa pun demikian, mereka perlu mendengarkan dan memahami arti sesungguhnya tentang peraturan-peraturan yang diberikan, apa nilai-nilai kebajikan dibalik peraturan tersebut, apa tujuan utamanya, dan menjadi tidak tertarik, atau takut sehingga hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan-peraturan yang mengatur mereka tanpa memahami tujuan mulianya.

Sesungguhnya kedisiplinan siswa memiliki dampak signifikan pada hasil belajar mereka di sekolah. Memahami pentingnya kedisiplinan dan menerapkan strategi yang tepat dapat membantu siswa mengatasi tantangan dan mencapai kesuksesan akademik. Kedisiplinan adalah investasi berharga dalam pembentukan karakter dan persiapan siswa untuk masa depan.

Artikel Terkait