Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Dwi Erikawati, S.Pd. – Menggali Potensi Anak yang Terlupakan (Penagaruh Perkembangan Afektif dalam Perkembangan Anak Usia Dini)Dwi Erikawati, S.Pd.

A child and child playing with colorful blocksDescription automatically generated

Pendidikan Anak Usia Dini salah satu topik yang selalu menjadi pusat perhatian di kalangan masyarakat saat ini.  Pendidikan anak usia dini merupakan fase yang krusial dalam perkembangan anak. Ini adalah periode di mana anak-anak mulai mengembangkan berbagai aspek penting dalam kehidupan mereka. Pendekatan pendidikan yang benar pada usia dini dapat membantu membentuk dasar yang kuat untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka secara fisik, kognitif, emosional, dan sosial. Berbicara tentang anak usia dini yang serimg kali menjadi fokus perhatian kita semua perkembangan kognitif, bahasa dan motoriknya semata seperti kemampuan membaca, menulis, atau kemampuan geraknya. Akan tetapi,  ada satu aspek yang sering terlupakan namun tidak  kalah penting, yaitu perkembangan afektif dalam diri anak. Perkembangan afektif adalah perkembangan psikologi yang berkaitan dengan ekspresi emosi cinta atau pun rasa takut. Ekspresi seseorang dalam merespon sesuatu akan menunjukkan suatu sikap. Dorongan emosional anak menyertai perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika perkembangan afektif itu menguat, maka akan muncul perasaan yang positif dan bahagia. Perkembangan afektif mencakup kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, berinteraksi dengan orang lain, dan mengatasi tantangan emosional. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi mengapa perkembangan afektif adalah kunci penting dalam perkembangan anak dan bagaimana kita dapat membantu anak-anak menggali potensi ini. Perkembangan afektif anak usia dini merupakan tahapan yang sangat penting dalam perkembangan holistik seorang anak. Kemampuan anak untuk mengenali dan mengelola emosi dengan baik dapat berdampak positif pada kesejahteraan mental dan hubungan interpersonal yang sehat.

Selama masa kanak-kanak dan remaja, perkembangan afektif terus tumbuh dengan peningkatan kemampuan untuk mengenali dan mengungkapkan berbagai macam emosi. Anak-anak akan belajar mengatur emosi mereka sendiri, mengembangkan empati terhadap orang lain, dan belajar berinteraksi secara sosial dengan cara yang sesuai secara emosional.

Pengertian Afektif Menurut Para Ahli

Sebenarnya apa sih pengertian afektif? Afektif merupakan aspek penting dalam perkembangan individu dan memainkan peran dalam berbagai aspek kehidupan. Utamanya kesejahteraan mental, interaksi sosial, dan kualitas hubungan.

Pengertian afektif ini memberikan pemahaman tentang pentingnya emosi, perasaan, dan kemampuan mengelola emosi dalam kehidupan manusia. Untuk lebih memahami perkembangan afektif anak usia dini, berikut ini beberapa pengertian afektif menurut para ahli yang penting 

1.Daniel Goleman

Menurut Daniel Goleman, afektif terkait dengan kecerdasan emosional, yang mencakup kemampuan untuk mengenali, memahami, mengatur, dan mengelola emosi sendiri dan orang lain. Kecerdasan emosional merupakan komponen penting dalam kehidupan sosial dan hubungan interpersonal yang sehat.

2.Howard Gardner

Howard Gardner menyatakan bahwa afektif adalah salah satu dari delapan kecerdasan majemuk dalam teori kecerdasan majemuk. Ini melibatkan pemahaman dan penggunaan emosi secara efektif dalam mempengaruhi pikiran, sikap, dan perilaku.

3.Robert J. Sternberg

Menurut Robert J. Sternberg, afektif merupakan salah satu dari tiga aspek utama dalam kecerdasan praktis. Kecerdasan afektif melibatkan pemahaman dan penggunaan emosi dengan bijak dalam situasi kehidupan sehari-hari, termasuk pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, dan hubungan sosial.

4.David Watson dan Roland Tharp

David Watson dan Roland Tharp mengungkapkan bahwa afektif adalah salah satu dari tiga domain utama dalam perkembangan manusia, yang mencakup aspek emosional dan perasaan individu. Ini melibatkan kecenderungan dan respon emosional terhadap berbagai situasi dan pengalaman.

Perkembangan Afektif Anak Usia Dini

Perkembangan afektif anak adalah proses pertumbuhan dan perubahan emosi yang terjadi pada anak seiring dengan pertambahan usia. Ini melibatkan kemampuan anak untuk mengenali, mengungkapkan, mengatur, dan mengelola emosi mereka sendiri, serta memahami emosi orang lain. Perkembangan afektif anak usia dini sangat penting karena dimulai sejak lahir. Pada tahap awal, bayi menunjukkan emosi dasar seperti kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan ketakutan. Mereka belajar mengidentifikasi dan merespons stimulus emosional di sekitar mereka, seperti senyuman orang tua atau suara yang menakutkan. Selama beberapa bulan pertama kehidupannya, anak-anak juga mulai mengembangkan ikatan emosional yang kuat dengan orang terdekat mereka, seperti ibu atau ayah maupun saudara-saudaranya.

Seiring dengan bertambahnya usia, anak-anak mulai mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang lebih kompleks. Mereka belajar mengenali emosi dan perasaan mereka sendiri, dan mulai menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan emosi mereka. Sebagai contoh, mereka dapat mengatakan “Saya sedih” ketika mereka menangis atau “Saya senang” ketika mereka tertawa.

Selama masa kanak-kanak, perkembangan afektif anak usia dini melibatkan pemahaman yang lebih dalam tentang emosi dan ekspresi emosi yang lebih kompleks. Anak-anak mulai mengenali dan memahami emosi orang lain melalui ekspresi wajah, nada suara, dan bahasa tubuh. Mereka juga mulai mengembangkan empati, yaitu kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain. Selain itu, anak-anak juga belajar mengatur emosi mereka sendiri dan mengelola konflik secara konstruktif. Mereka mempelajari keterampilan dasar dalam mengendalikan kemarahan, mengelola kecemasan, dan menunjukkan kegembiraan dengan cara yang sesuai secara sosial.

Perkembangan afektif anak usia dini juga berhubungan erat dengan perkembangan kognitif dan sosial mereka. Emosi dapat mempengaruhi cara anak berpikir, belajar, dan berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan anak untuk mengenali dan mengelola emosi dengan baik penting untuk kesejahteraan mental mereka, hubungan sosial yang sehat, dan prestasi akademik yang baik. Orang dewasa, termasuk orang tua dan pendidik, berperan penting dalam mendukung perkembangan afektif anak. Dengan memberikan perhatian, penghargaan, dan bimbingan emosional yang tepat, mereka dapat membantu anak-anak mengembangkan pemahaman yang sehat tentang emosi, keterampilan dalam mengelola emosi, dan kemampuan berinteraksi secara emosional yang baik dengan orang lain.

Aspek Afektif Anak Usia Dini

Perkembangan afektif anak usia dini melibatkan segala sesuatu yang berkaitan dengan emosi, perasaan, sikap, dan motivasi seseorang. Aspek afektif merujuk pada komponen penting dari domain emosional dan perasaan individu. Hal ini berperan penting dalam kehidupan individu, pengambilan keputusan, interaksi sosial, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Aspek afektif mencakup bagaimana seseorang merasakan, mengungkapkan, mengatur, dan mengelola emosi mereka sendiri, serta bagaimana mereka merespons emosi orang lain. Untuk lebih jelas, ada beberapa elemen yang termasuk dalam aspek afektif, antara lain:

1.Emosi

Merujuk pada perasaan subjektif yang dialami seseorang, seperti kegembiraan, kesedihan, kemarahan, cemas, takut, atau cinta. Emosi dapat bersifat positif, negatif, atau netral, dan mereka memberikan informasi tentang bagaimana seseorang merespons dan menghadapi situasi tertentu.

2.Ekspresi Emosi

Ini mencakup cara seseorang mengekspresikan emosi mereka secara verbal dan nonverbal. Ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan intonasi suara adalah contoh ekspresi emosi nonverbal yang dapat membantu orang lain untuk memahami apa yang dirasakan oleh seseorang.

3. Sikap

Merujuk pada disposisi emosional atau evaluatif terhadap objek, orang, atau situasi tertentu. Sikap mencerminkan perasaan positif atau negatif dan dapat mempengaruhi perilaku seseorang terhadap objek atau individu yang terkait.

4.Motivasi

Ini melibatkan dorongan emosional dan keinginan untuk mencapai tujuan atau memenuhi kebutuhan. Motivasi dapat dipengaruhi oleh emosi seperti keinginan untuk meraih kegembiraan atau menghindari rasa takut.

Mengoptimalkan Perkembangan Afektif Anak Usia Dini

Lantas apa saja yang mesti dilakukan orang tua untuk mengoptimalkan perkembangan afektif anak usia dini? Setiap anak adalah unik dan tidak ada yang sama. Karena itu penting untuk memahami kebutuhan dan karakteristik individu mereka. Orang tua perlu memberikan lingkungan yang mendukung dan memperhatikan kebutuhan emosional anak. Nah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengoptimalkan perkembangan afektif anak sejak usia dini.

1.Memberikan Kasih Sayang dan Perhatian

Memberikan kasih sayang, perhatian, dan dukungan emosional yang konsisten kepada anak sangat penting. Menunjukkan cinta, mengajukan pertanyaan tentang perasaan anak, dan merespons dengan empati dapat membantu anak merasa didengar dan diterima secara emosional.

2.Menjadi Model Peran (Role Model) yang Baik

Untuk mengoptimalkan perkembangan afektif anak usia dini orang tua juga harus menjadi contoh yang baik dalam mengungkapkan emosi dengan sehat dan mengelola emosi dengan baik. Mengkomunikasikan emosi secara terbuka dan sehat, serta menunjukkan cara yang tepat dalam menyelesaikan konflik dan mengelola stres dapat memberikan contoh yang positif bagi anak.

3.Mendukung Ekspresi Emosi

Memberikan ruang dan kesempatan bagi anak untuk mengungkapkan emosi anak secara sehat dan memperluas keterampilan komunikasi emosional mereka. Mendorong mereka untuk mengenali dan mengungkapkan emosi dengan kata-kata yang tepat, serta menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk bereksplorasi secara emosional.

4.Mengembangkan Empati

Mengajarkan anak untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain juga penting untuk perkembangan afektif anak usia dini. Melalui pemodelan, diskusi, dan praktik, orang tua dapat membantu anak mengembangkan empati dan kepedulian terhadap perasaan dan perspektif orang lain.

5.Mengajarkan Keterampilan Regulasi Emosi

Membantu anak-anak mengembangkan keterampilan untuk mengatur dan mengelola emosi mereka sendiri. Ini meliputi membantu mereka mengenali tanda-tanda emosi, mengajarkan strategi pernapasan dan relaksasi, dan mengajarkan cara mengatasi stres dan frustasi.

6.Membangun Hubungan yang Kuat

Membangun hubungan yang positif dan stabil dengan anak sangat penting untuk perkembangan afektif mereka. Menghabiskan waktu berkualitas bersama, mendengarkan mereka dengan penuh perhatian, dan memberikan dukungan emosional yang konsisten dapat memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Perkembangan afektif adalah fondasi yang penting dalam perkembangan anak, tetapi sering terlupakan dalam pendidikan. Dengan memberikan perhatian dan dukungan yang tepat pada perkembangan afektif anak-anak, kita membantu mereka menggali potensi penuh dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan mengatasi tantangan emosional. Investasi dalam perkembangan afektif adalah investasi dalam masa depan yang penuh potensi dan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak kita.

Dengan memberikan perhatian khusus pada perkembangan afektif, kita dapat membantu anak-anak membangun keterampilan penting yang akan membawa mereka menuju masa depan yang sukses dan bahagia.

https://www.facebook.com/dwi.erikawati?cft[0]=AZXFWgjP2IbBVa1Sy7U0RWzG_8geS3roCpWi3i8Fv9DZ5mro6RZFOj2swIXOkHP0ANEiaMPR14386e-eW1jENokN4Q3Fi_9_B2fdKdf7ZjbU2_4XxEWKKPKfNL_cXhjv7k8DJK6o-0cIUZbjrm5tnPevSW_Es8ifSJRjxx4I0gXDEw&tn=-UC%2CP-R

Artikel Terkait